Monday, 27 May 2013

Elektabiltas Jokowi Terus Naik PDIP Bangga

Elektabilitas Capres 2014
Elektabilitas dan popularitas Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon presiden (capres) terus meningkat, setelah berbagai jajak pendapat mensejajarkan dia dengan nama-nama capres lain yang lebih dahulu berkecimpung di kancah politik nasional.
Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PDIP, Eriko Sotarduga mengatakan, PDIP tentu merasa bangga jika Jokowi mendapat penilaian positif dari masyarakat. Hal tersebut menurutnya membuat PDIP tertantang untuk memberikan pendidikan kader.
"Elektabilitas Jokowi yang meningkat tentu membanggakan buat PDIP. Artinya, masyarakat dan media menilai kader kami baik dan sesuai harapan yang diinginkan masyarakat," kata Eriko di Jakarta, Senin (27/5).
Secara terpisah, peneliti Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Philips J Vermonte mengatakan, fenomena meningkatnya elektabilitas Jokowi terjadi pada dasarnya bukan karena persoalan Jokowi semata.
"Ini indikasi bahwa masyarakat Indonesia benar-benar berharap lahirnya calon pemimpin alternatif, Jokowi dan atau calon lain," kata Vermonte, saat memaparkan hasil jajak pendapat CSIS bertema "Antara Partai Politik yang Tidak Terlembaga dan Pencarian Capres Alternatif", di Jakarta, Minggu (26/5).
Berdasarkan hasil jajak pendapat CSIS, jika skenario tujuh nama capres yang muncul, Jokowi berada di tempat pertama dengan 35,1 persen. Berikutnya, Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto mendapat 16,3 persen, Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie 7,4 persen, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri 5,9 persen, mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla 4,8 persen, Menko Perekonomian Hatta Radjasa 2,7 persen, Ibu Negara Ani Yudhoyono 0,9 persen, sementara 24,8 persen belum menentukan pilihan. Bahkan, masih menurut data CSIS, dengan skenario empat nama capres pun, Jokowi masih dapat 40,9 persen, disusul Prabowo Subianto 19,2 persen, Jusuf Kalla 5,9 persen, Megawati 4,8 persen, serta 27 persen belum punya pilihan.
"Jika skenario capres hanya menyisakan dua nama pun, maka Jokowi tetap mendapat 46,6 persen, Prabowo Subianto 22 persen, dan yang belum menentukan pilihan 29,1 persen. Beberapa waktu belakangan, dorongan publik untuk menemukan calon pemimpin alternatif semakin menguat. Calon alternatif yang dimaksud diharapkan berasal dari luar elite-elite partai," ungkap Vermonte.
Lebih jauh, Vermonte menuturkan, hasil jajak pendapat CSIS pada Januari 2012 menemukan bahwa Prabowo merupakan capres yang kuat. "(Namun di) Survei kali ini, CSIS menemukan bahwa terdapat dukungan across the board (usia, ekonomi dan tingkat pendidikan) terhadap Jokowi, melampaui dukungan terhadap Prabowo," tuturnya.
Vermonte menambahkan, hasil jajak pendapat CSIS juga menemukan, 53,9 persen pemilih setuju Jokowi sebagai kandidat presiden 2014 walau masih menjabat Gubernur DKI Jakarta.
Disebutkan, jajak pendapat ini dilakukan dengan metode wawancara tatap muka yang dilakukan di 31 provinsi (Papua dan Papua Barat tidak disurvei karena situasi tidak kondusif). Jajak pendapat berlangsung pada 9-16 April 2013, dengan jumlah sampel 1.635, serta margin of error 2,42 persen pada confidence level 95 persen.
http://www.beritasatu.com

0 comments:

Post a Comment

Berkomentarlah dengan bahasa yang sopan dan bersifat membangun