Tuesday, 21 May 2013

SUFI Menggugat Panwaslu Siap Jadi Saksi KPU di MK

Jika ada pasangan calon bupati Lombok Timur yang menggugat hasil pilkada ke MK, Panwaslu siap jadi saksi.
Ketua Devisi Pelanggaran dan Penindakan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Miftahurrahman mengatakan, jika ada pasangan calon melayangkan surat gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK), maka Panwaslu sebatas menjadi saksi.

“Kami siap menjadi saksi jika ada pasangan calon melayangkan gugatan,” katanya kepada wartawan di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lotim, Selasa (21/5/2013).

Miftah menjelaskan, Panwaslu dalam hal ini sebatas sebagai saksi atas temuan-temuan tim yang melayangkan gugatan. Selain itu, juga akan dibandingkan temuan tim pasangan calon dengan temuan dan penindakan Panwaslu terhadap indikasi pelanggaran pemilukada pasangan calon.

Dijelaskannya, untuk membuktikan pelanggaran pemilukada ini, tentu tidak mudah. Baik pelanggaran kuantitatif maupun pelanggaran secara kualitatif. Karena selama ini Panwaslu belum menemukan secara pasti pelanggaran tersebut.

Miftah menambahkan, semua pelanggaran Pemilukada yang dilaporkan maupun yang ditemukan oleh Panwaslu, sudah dan sedang didalami. Seperti, partisipasi PNS secara pro aktif mendukung salah satu pasangan calon, maupun pelanggaran-pelanggaran atribut lainnya. “Ini semua masih kami dalami dan sedang diselidiki, sejauhmana tingkat pelanggarannya,” katanya.

Sementara terkait adanya salah satu pasangan yang berencana melayangkan gugatan ke Mahkamah Konstitusi tidak menjadi persoalan. Karena tugas KPU sebagai penyelenggara sudah dijalankan sesuai prosedur yang ada dalam perauran KPU.

Terpisah, Tim Advokasi pasangan SUFI, H. Hulain mengatakan, kalah dan menang pasangan SUFI akan tetap menggunggat hasil Pemilukada Lotim tahun 2013 yang dianggapnya sarat dengan pelanggaran.

“Kami akan tetap mengajukan gugatan ke MK,” katanya saat dikonfirmasi di gedung KPU Lotim.

Hulain menuding, KPU tidak bekerja maksimal dalam menyukseskan Pemilukada. Selain itu juga, pihak pengawas tidak optimal dalam menindaklanjuti indikasi pelanggaran yang terjadi di lapangan.
SUFI Akan Layangkan Gugatan Ke MK
Pasangan calon petahana Sukiman Azmi – Syamsul Luthfi (SUFI) akan melayangkan gugatan terkait hasil pemilihan umum kepala daerah (pemilukada) Lombok Timur ke Mahkamah Konstitusi (MK).

“Saya menyerahkan urusan itu ke tim kuasa hukum pasangan SUFI,” singkat Sukiman di sela-sela kunjungannya ke pasar Masbagik, Selasa (21/5/2013).

Sukiman menambahkan, jika tim advokasi SUFI menemukan bukti yang kuat atas indikasi pelanggaran dan kecurangan, maka SUFI akan menempuh jalur hukum. Namun jika ternyata tidak ada alat bukti yang menguatkan, SUFI pun legowo menerima hasil pleno Komissi Pemilihan Umum (KPU) Lombok Timur yang digelar Senin, 20 Mei kemarin.

“Pada dasarnya semua pasangan calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Lombok Timur yang ikut bertarung dalam pemilukada sudah menandatangani surat pernyataan siap kalah dan menang,” kata Sukiman.

Terpisah, Ketua Devisi Hukum KPU Lotim M Shaleh mengatakan, pasangan calon yang merasa tidak menerima hasil pleno KPU diperbolehkan untuk menyatakan keberatan dan menempuh jalur hukum dengan melayangkan surat gugatan ke MK yang disertai dengan alat bukti yang cukup.

Dijelaskan Saleh, pasangan calon yang kalah bisa menggugat setelah tiga hari sejak penetapan pasangan calon terpilih. Selanjutnya menunggu dan melakukan sidang di MK selama 14 hari kerja.

Selain itu juga, pasangan calon yang mengajukan gugatan harus bisa menunjukan Surat Keputusan (SK) penetapan calon terpilih, berita acara, dan membawa keputusan KPU tentang hasil rekapan surat suara.

“Jika ketiga ini tidak ada, maka gugatan tersebut tidak berlaku,” terang M Shaleh kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (21/5/2013).LomboKita.com

0 comments:

Post a Comment

Berkomentarlah dengan bahasa yang sopan dan bersifat membangun