Saturday, 11 May 2013

SKRIPSI meningkatkan Kemampuan membaca pemahaman pada siswa kelas 2 SDN 4 Lenek melalui penerapan metode Mind Mapping


BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Setiap siswa sebagai seorang individu memiliki keunikan masing-masing dalam arti tidak ada siswa yang berkeperibadian sama. Perbedaan ini dikarenakan berbagai faktor, baik faktor internal maupun eksternal.Faktor internal, tampak perbedaan dalam hal intelegensi, keinginan, minat, bakat, watak atau sifat. Dilihat dari faktor eksternal perbedaan akan tanpak dalam hal latar belakang keluarga, lingkungan. Demikian juga di sekolah, perbedaan individual ini makin tampak dengan adanya siswa yang cerdas, lamban, atau cepat dalam mengerjakan tugas atau sebaliknya. Oleh karena itu, dalam pembelajarannya memerlukan berbagai cara atau yang kita kenal dengan metode pembelajaran.
Metode pembelajaran adalah suatu cara atau jalan yang harus dilalui dalam proses belajar. Menurut Udin S. Winata Putra (2005:4.3) dalam buku “ Strategi Belajar Mengajar” mengatakan bahwa Metode Pembelajaran merupakan cara atau tekhnik yang digunakan guru dalam melakukan interaksi dengan siswa pada saat proses pembelajaran berlangsung.
Pembelajaran memiliki dua unsur penting, yakni siswa dan guru.Bagi siswa metode pembelajaran sangat penting dalam menentukan prestasi dan pengembangan potensi pribadi. Guru dalam hal ini memiliki peranan penting dalam menentukan prestasi dan pengembangan potensi siswa. Lingkungan belajar yang menyenangkan dapat menimbulkan motivasi pada diri seseorang sehingga dapat mempengaruhi proses belajar.
Pada umumnya, guru dalam menyajikan materi pelajaran di sekolah berpatokan pada rata-rata kelas, secara klasikal dan cenderung kurang memperhatikan perbedaan individu.Hal ini menjadikan siswa yang mengalami kesulitan belajar kurang diperhatikan/ kebutuhannya kurang terpenuhi, yang berakibat siswa menjadi kesulitan belajar dan nilai yang diperoleh dalam pembelajaran berada dibawah rata-rata kelas.Secara umum, keadaan intelegensi anak yang mengalami kesulitan belajar berada di atas rata-rata, sama seperti pada umumnya.
Pembelajaran membaca merupakan hal penting yang mendasari terjadinya suatu proses pembelajaran. Dengan membaca anak dapat mengenal, memahami simbol-simbol dari suatu pembelajaran. Hal ini yang mendasari anak dapat memahami proses belajar  selanjutnya. Selain itu, membaca merupankan ilmu yang mendasari perkembangan teknologi modern, membaca mempunyai peranan penting dalam berbagai disiplin ilmu dan memajukan daya pikir manusia. Melalui proses membaca perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang demikian pesat menuntut semua orang untuk memiliki kemampuan beradapatasi yang tinggi, agar dapat menyesusikan diri dengan situasi baru. Mereka harus mempunyai kemampuan bagaimana belajar secara terus menerus sepanjang hayat untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan yang terjadi.Kemampuan ini membutuhkan pemikiran kritis, sistematik, logis, kreatif dan kemampuan bekerja sama yang efektif.
Oleh sebab itu penggunaan metode pembelajaran yang baru dan menarik bagi siswa diharapkan dapat membantu proses pembelajaran siswa agar menjadi lebih baik. Tidak sedikit dari anak khususnya di jenjang sekolah dasar mengalami kesulitan dalam hal membaca. Keadaan anak tersebut jarang ditangani secara maksimal oleh pihak sekolah, sehingga terkadang tidak diketahui dan dampak yang paling terlihat dari kondisi tersebut adalah prestasi anak cenderung kurang memahami pembelajaran yang telah diberikan oleh guru.
Dilihat dari perspektif sebagai pembimbing, guru secara tidak langsung mempunyai kesempatan yang relatif banyak dalam berinteraksi dengan siswa di kelas.
Guru yang profesional dituntut untuk memiliki persiapan dan penguasaan yang cukup meamadai, baik dalam bidang keilmuan maupun menyusun program pembelajaran yang disajikan. Persiapan proses pembelajaran menyangkut pula desain atau rancangan kegiatan belajar mengajar yang akan dilaksanakan. Di dalamnya meliputi : tujuan, metode, media, sumber, evaluasi dan kegiatan belajar siswa.
Metode pembelajaran yang bervariatif dan menyenangkan akan memicu siswa untuk belajar lebih giat, penggunaan metode pembelajaran pun harus disesuaikan dengan kebutuhan siswa pada umumnya dan siswa yang mengalami kesulitan belajar pada khususnya. Salah satu metode pembelajaran yang dapat digunakan adalah metode pembelajaran mind mapping.
Metode mind mapping memungkinkan siswa mengeksplorasi seluruh kemampuan otak untuk keperluan berpikir dan belajar.Metode ini membantu siswa untuk menghilangkan rasa jenuh pada saat berpikir dan belajar, karena melibatkan keseimbangan kerja otak kiri dan otak kanan melalui pemetaan pikiran diotak yang diwujudkan dalam bentuk coretan gambar garis dan kata kunci. Melalui metode mind mapping anak dapat memahami pembelajaran karena anak dapat menuangkan ide dan imajinasi yang diketahui sesuai sesuai dengan apa yang telah dipelajari sebelumnya, dengan menggunakan bahasa yang dapat dimengerti oleh anak itu sendiri.
Dengan menggunakan metode mind mapping didapat fakta bahwa siswa lebih mudah mengembangkan imajinasinya dalam menulis cerita pendek.Upaya tersebut dapat memeberikan pengalaman kepada siswa untuk menulis cerita pendek lebih kreatif dan menyenangkan.Selain itu, belajar dengan menggunakan mind mapping juga membuat siswa mengingat dengan baik dibandingkan dengan membuat rangkuman pelajaran dengan membuat catatan dengan berbaris-baris secara detail. Dengan adanya symbol berupa gambar , garis, atau warna, imajinasi anak dapat lebih terlatih dan pelajaran dapat mudah dipahami.
Hal ini terbukti dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Dra. Nunung kuraesin, tentang upaya peningkatan kemampuan siswa dalam menulis cerita pendek dengan menggunakan teknik mind map, adapun hasil penelitiannya adalah : Berdasarkan penggunaan metode mind mapping menunjukkan peningkatan mutu proses pembelajaran dan telah terjadi peningkatan kemampuan siswa dalam pembelajaran menulis cerpen melalui teknik min map.
Berdasarkan perkembangan-perkembangan dan hasil penelitan yang telah ada pada saat ini, peneliti tertarik mengembangkan pola pembelajaran dengan menggunakan metode mind mapping terhadap kemampuan membaca. Hal ini dikarenakan belum adanya data penelitian mengenai penggunaan metode  mind mapping untuk pelajaran membaca, kususnya pada anak yang mengalami kesulitan belajar membaca. Oleh sebab itu, untuk mengetahui pola pembelajatan tersebut efektif digunakan dalam pembelajaran membaca siswa, maka peneliti ingin mengetahui  “Efektifitas penggunaan metode mind mapping dalam meningkatkan kemampuan belajar membaca pemahaman pada siswa kelas 2 SD di Sekolah Dasar Negeri 4 Lenek Kecamatan Aikmel Kabupaten Lombok Timur .
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka masalah yang dapat dirumuskan dalam penelitian ini adalah “Bagaimanakah Evektifitas metode mind mapping  dalam meningkatkan kemampuan membaca pemahaman pada  siswa kelas 2 SDN 4 Lenek tahun Pelajaran 2011/2012 ?”
1.3 Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian yang ingin dicapai adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode mind mapping dalam meningkatkan kemampuan membaca pemahaman. Tujuan tersebut di atas dapat dirinci sebagi berikut :
a.       Untuk memperoleh datamengenai penggunaan metode mind mapping dalam pelajaran membaca, khususnya membaca pemahaman.
b.      Untuk memperoleh data mengenai penggunaan mind mapping dalam merangkum materi pelajaran yang berhubungan dengan membaca pemahaman, dimana dapat dilihat efektif atau tidaknya melalui evaluasi yang diberikan serta hasil evaluasi itu sendiri.
c.       Menganalisis efektivitas metode pembelajaran mind mapping dalam meningkatkan kemampuan belajar, khususnya membaca pemahaman.
1.4 Manfaat Penelitian
Selain memiliki tujuan, peneliti juga berharap agar penelitian ini memiliki manfaat. Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah :
1.4.1 Manfaat Teoritis
Hasil penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, pemahaman mengenai anak berkesulitan belajar membaca serta cara pengembangan untuk mengoptimalkan kemampuan belajarnya.
1.4.2 Manfaat Praktis
1.       Bagi guru, khususnya untuk penanganan pada anak yang mengalami kesulitan belajar membaca dan menjadi bahan masukan dalam menambah wawasan keilmuan dalam mengajar.
2.      Bagi siswa untuk meningkatkan pelayanan yang lebih tepat dalam menanamkan kemampuan-kemapuan akademik anak.
3.      Bagi sekolah sebagai salah satu bahan ajar keilmuan yang harus diterapkan untuk meningkatkan kemampuan membaca khususnya membaca pemahaman.


















BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Konsep Dasar
2.1.1 Efektivitas
Pengertian efektifitas menurut Hiro (1997 : 58) dalam buku “ Standar professional Audit internal “ adalah sebagai berikut :
1.      Ada efeknya (akibatnya, pengaruhnya,kesan);
2.      Manjur atau mujarab;
3.      Dapat membawa hasil, berhasil guna (tentang usaha, tindakan);
4.      Mulai berlaku (tentang undang-undang, peraturan).
Sedangkan menurut Komarudin (1994 : 269) Efektifitas adalah suatu keadaan yang menunjukkan tingkat keberhasilan (atau kegagalan) kegiatan manajemen dalam mencapai tujuan yang telah di tetapkan lebih dahulu.
2.1.2 Meningkatkan Kemampuan Membaca
Menurut Akhmad “Kemampuan membaca adalah kemampuan untuk memahami informasi yang terkandung dalam materi cetak”
Kemampuan membaca dapat ditingkatkan dengan penguasaan teknik-teknik membaca efektif dan efesien.Membaca pemahaman dan efektif bukan berarti asal membaca pemahaman saja, sehingga karena cepatnya begitu selesai baca tak ada yang diingat dan dipahami.
Kemampuan membaca harus diimbangi oleh pemahaman terhadap bacaan tersebut.Pembaca yang efektif dan kritis harus mampu menemukan bagian penting dari bahan bacaan tersebut secara tepat.
2.2 Metode Pembelajaran
2.2.1 Pengertian Metode Pembelajaran
Metode pembelajaran adalah suatu cara atau jalan yang harus dilalui dalam proses belajar. Pembelajaran memeiliki dua unsur penting, yakni siswa dan guru.Bagi siswa metode pembelajaran sangat penting dalam menentukan prestasi dan pengembangan potensi pribadi. Adapun menurut Udin S. Winata Putra (2005 : 4.3) dalam bukunya “Strategi Belajar Mengajar”  mengatakan bahwa  Metode Pembelajaran merupakan cara atau teknik yang digunakan guru dalam melakukan interaksi dengan siswa pada saat proses pembelajaran berlangsung.
Sedangkan menurut Roestiyah N.K (1991 : 1) Mengatakan bahwa Metode Pembelajaran adalah Strategi Pengajaran sebagai alat untuk mencapai tujuan yang diharapkan.
2.2.2 Jenis- jenis Metode Pembelajaran
Dalam melaksanakan proses pembelajaran seorang guru dituntut untuk menggunakan berbagai jenis metode pembelajaran yang sesuai dengan kondisi dan materi yang akan disampaikan untuk mendapatkan hasil dan tujuan yang diharapkan. Pada pendidikan Sekolah Dasar jenis-jenis Metode Pembelajaran yang banyak digunakan diantaranya :
1.   Metode Ceramah (lecture)
Metode ini merupakan suatu cara penyajian bahan atau penyampaian bahan pelajaran secara lisan dari guru.Dalam metode ini memiliki karakteristik pengalaman belajar yang dapat diperoleh siswa, lebih bersifat pemberian informasi berupa fakta dan ingatan.
2.   Metode Diskusi
Metode ini merupakan cara mengajar dalam pembahasan dan penyajian materinya melalui suatu problema atau pertanyaan yang harus diselsaikan berdasarkan pendapat atau keputusan secara bersama. Dalam metode ini memiliki karakteristik pengalaman belajar yakni siswa sebagi objek dan subjek dalam pembelajaran.
3.   Metode Demonstrasi
Metode ini merupakan metode pembelajaran yang menyajikan bahan pelajaran dengan mempertunjukkan secara langsung objeknya atau caranya melakukan sesuatu untuk mempertunjukkan  proses tertentu. Dalam metode ini guru harus sudah yakin bahwa seluruh siswa dapat memperhatikan (mengamati) terhadap objek yang akan didemonstrasikan, dan metode ini memiliki karakteristik pengalaman belajar untuk mempertunjukkan objek yang sebenarnya.
4.   Metode Mind Mapping
Mind mapping (peta pikiran) yakni membuat materi/bahan pelajaran menjadi suatu peta pikiran (memetakan pikiran kita).
5.   Metode Eksprimen
Metode ini merupakan metode pembelajaran dalam penyajian atau pembahasan materinya melalui proses percobaan atau mencobakan sesuatu serta mengamati secara proses. Eksprimen sulit dipisahkan dengan metode demonstrasi karena keduanya kemungkinan dapat digunakan secara bersamaan. Dengan eksprimen dimaksudkan bahwa guru dan siswa mencoba mengerjakan sesuatu serta mengamati proses dari hasil pekerjaannya.
2.3 Metode Mind Mapping
2.3.1 Pengertian Metode Mind Mapping
Menurut Maurizal Alamsyah dalam buku “Kiat Jitu Meningkatkan Prestasi dengan Mind Mapping”  mengatakan Sistem peta pikiran atau mind mapping adalah suatu teknik visual  yang dapat menyelarasakan proses belajar dengan cara kerja alami otak.
Mind mapping dikatakan sesuai dengan kerja alami otak karena menggunakan prinsip-prinsip Brain Management yaitu :
1.      Menggunakan kedua belah otak
Pencatatan menggunakan sistem peta pikiran, tidak saja menggunakan otak kiri, tetapi juga menggunakan otak kanan. Hal ini dapat kita lihat pada sebuah gambar yang dipakai, dimana kita mencatat dengan melibatkan simbol-simbol atau gambar-gambar yang kita sukai.       Kita juga dapat menggunakan warna-warna untuk percabangan-percabangan yang mengindikasikan makna tertentu, selain itu kita juga bisa melibatkan emosi, kesenangan, kreatifitas kita dalam membuat catatan-catatan.
2.      Belajar bagaimana cara belajar
Mind mapping ini telah digali dan dirumuskan oleh pakar pembelajaran dan terbukti banyak menolong jutaan orang dari siswa terbodoh hingga masuk dalam kategori siswa berbakat.
3.      Menggunakan otak secara alami
Metode mind mapping melibatkan kedua belah otak, maka min mapping ini bekerja selaras dengan cara kerja alami otak.
     Setiap peta pikiran atau mind mapping mempunyai elemen-elemen sebagai berikut :
a.       Pusat peta pikiran
Pusat peta pikiran adalah ide atau gagasan utama.Pusat peta pikiran tersebut dapat di tuliskan dalam bentuk teks atau gambar.
b.      Cabang utama
Cabang utama adalah cabang tingkat pertama yang langsung memancari dari puasat peta pikiran.
c.       Cabang
Cabang merupakan pancaran dari cabang utama.
d.      Kata
Setiap cabang berisi satu kata kunci (keyword).Kata kunci tersebut ditulis di atas cabang.

e.       Gambar
Gambar merupakan bahan utama dalam menggunakan mind mapping dan kita dapat menggunakan gambar-gambar yang kita sukai.
f.       Warna                               
Warna merupakan hal penting, karena membuat mind map menjadi semakin menarik. Semakin berwarna, semakin hidup.
2.3.2 Manfaat Metode Mind Mapping
Adapun manfaat yang dapat diperoleh dari penggunaan metode ini yaitu : (a) Merencana, (b) Berkomunikasi, (c) Menjadi kreatif, (d) menyelesaikan masalah, (e) memusatkan perhatian, (f) menyusun dan menjelaskan fikiran-fikiran, (g) mengingat dengan lebih baik, (h) belajar lebih cepat dan efesien, (i) melihat gambar keseluruhan.
2.3.3 Cara Penggunaan Metode Mind Mapping
Cara penggunaan mind mapping, terlebih dahulu  kita siapkan selembar kertas kosong yang diatur dalam posisi landscape kemudian tempatan topik yang akan dibahas di tengah-tengah halaman kertas dengan posisi horizontal. Usahakan menggunakan gambar, simbol atau kode pada mind mapping yang dibuat.Dengan visualisasi kerja otak kiri yang bersifat rasional, numerik dan verbal bersinergi dengan kerja otak kanan yangbersifat imajinatif, emosi, kreativitas dan seni.Dengan ensinergikan potensi otak kiri dan kanan, siswa dapat dengan lebih mudah menangkap dan menguasai materi pelajaran.
Selain itu, siswa dapat menggunakan kata-kata kunci sebagai asosiasi terhadap suatu ide pada setiap cabang pemikiran berupa sebuah kata tunggal serta bukan kalimat. Setiap garis-garis cabang saling berhubungan hingga ke pusat gambar dan diusahakan garis-garis yang dibentuk tidak lurus agar tidak membosankan.Garis-garis cabang sebaiknya dibuat semakin tipis begitu bergerak menjauh dari gambar utama untuk menandakan hirarki atau tingkat kepentingan dari masing-masing garis.
Ada beberapa kelebihan saat menggunakan teknik mind mapping ini, yaitu :
a. Cara ini cepatb. Teknik dapat digunakan untuk mengorganisasikan ide-ide yang muncul                                                                                                             c. Proses menggambar diagram bisa memunculkan ide-ide yang lain.d.Diagram yang sudah terbentuk bisa menjadi panduan untuk menulise. Permasalah yang disajikan terbuka                                                                            f. Siswa berkelompok untuk menanggapi                                                         g. Dapat malatih siswa ntuk saling bekerja sama dalam diskusi                      h. Sangat cocok untuk menggalang kembali pengetahuan awal siswa
Selain itu metode min mapping juga mempunyai kelemahan yaitu :
a.    Banyak membutuhkan waktu
b.   Sulit untuk mengalokasikan  waktu
c.    Tuntutan bagi siswa terlalu membebani


2.4 Keterampilan Berbahasa
Keterampilan berbahasa (atau language arts, language skiils) dalam kurikulum di sekolah biasanya mencakup empat segi yaitu keterampilan menyimak, keterampilan berbicara, keterampilan membaca dan keterampilan menulis. Setiap keterampilan tersebut erat sekali berhubungan dengan tiga keterampilan lainnya dengan cara beraneka rona. Dalam memperoleh keterampilan berbahasa, kita biasanya melalui suatu hubungan urutan yang teratur : mula-mula, pada masa kecil, kita belajar menyimak/mendengarkan bahasa, kemudian berbicara; sesudah itu kita belajar membaca dan menulis. Menyimak dan berbicara kita pelajari sebelum memasuki sekolah, sedangkan membaca dan menulis dipelajari di sekolah. Keempat keterampilan tersebut pada dasarnya merupakan satu kesatuan, merupakan catur-tunggal.(Dawson (1963 : 27) dalam tarigan, (1979 : 01)
2.4.1 Jenis-jenis Keterampilan Berbahasa
Jenis keterampilan berbahasa yang digunakan dalam pembelajaran bahasa Indonesia yaitu :
1.      Keterampilan Menyimak
Menyimak adalah suatu proses kegiatan mendengarkan lambang-lambang lisan dengan penuh perhatian, serta interpretasi untuk memperoleh imformasi, menangkap isi atau pesan, serta memahami makna komunikasi yang telah disampaikan sang pembicara melalui ujaran atau bahasa lisan.


2.      Keterampilan Berbicara
Berbicara adalah kemampuan bahasa lisan yang mencakup ujaran, kosa kata yang luas dan beraneka ragam, penggunaan kalimat-kalimat lengkap dan sempurna.
3.      Keterampilan Membaca
Membaca adalah suatu proses yang dilakukan serta dipergunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan, yang hendak disampaikan oleh penulis melalui media kata-kata/bahasa tulis.
4.      Keterampilan Menulis
Menulis adalah menurunkan atau melukiskan lambang-lambang grafik yang menggambarkan suatu bahasa yang dipahami oleh seseorang sehingga orang lain dapat membaca lambang-lambang grafik tersebut kalau mereka memahami bahasa dan gambar grafik itu.
2.4.2 Keterampilan Membaca
Setiap guru bahasa haruslah menyadari serta memahami dengan benar bahwa membaca adalah suatu keterampilan yang kompleks, yang rumit, yang mencakup atau melibatkan serangkaian keterampilan-keterampilan yang lebih kecil. Dengan perkataan lain, keterampilan membaca mencakup tiga komponen, yaitu :
1.      Pengenalan terhadap aksara serta tanda-tanda baca;
2.      Korelasi aksara beserta tanda-tanda baca dengan unsur-unsur linguistic yang formal;
3.      Hubungan lebih lanjut dari A dan B dengan makna atau meaning (Brogton: 1978: 90)
2.4.3 Jenis-jenis membaca
Kegiatan membaca dapat dibeda-bedakan berdasarkan tujuan, jenis wacana yang dibaca, cara melakukan kegiatan, dan tempat kegiatan. Jenis-jenis membaca itu diantaranya yaitu :
1.      Membaca Teknik
Membaca teknik yaitu membaca yang bertujuan untuk melatih siswa menyuarakan lambang-lambang tertulis.Melalui kegiatan ini siswa dibiasakan membaca dengan intonasi yang wajar, tekanan yang baik, dan lafal yang benar.
2.      Membaca dalam Hati
Membaca dalam hati adalah kegiatan membaca yang dilakukan dengan tanpa menyuarakan isi bacaan yang dibacanya. Adapun keterampiulan yang dituntut dalam membaca dalam hati adalah :
a.       Membaca tanpa bersuara, tanpa bibir bergerak, tanpa ada desis apapun
b.      Membaca tanpa ada gerakan-gerakan kepala
c.       Membaca lebih cepat dibandingkan dengan membaca nyaring
d.      Tanpa menggunakan jari atau alat lain sebagai petunjuk
e.       Mengerti dan memahami arti bacaan
f.       Dituntut kecepatan mata dalam membaca
g.      Membaca dengan pemahan yang baik
h.      Dapat menyesuaikan kecepatan dengan tingkat kesukaran dalam bacaan.
3.      Membaca Nyaring
Membaca nyaring adalah suatu aktivitas atau kegiatan yang merupakan alat bagi guru, murid, ataupun pembaca bersama-sama dengan orang lain atau pendengar untuk menangkap serta memahami informasi, pikiran dan perasaan seorang pengarang.
4.      Membaca Intensif
Membaca intensif atau intensive reading adalah studi seksama, telaah teliti, dan penanganan terperinci yang dilaksanakan didalam kelas terhadap suatu tugas yang pendek kira-kira dua sampai empat halaman setiap hari.
5.      Membaca Ekstensif
Membaca ekstensif  adalah membaca secara luas. Objeknya meliputi sebanyak mungkin teks dalam waktu yang sesingkat mungkin. Dengan isi bahan bacaan yang menjadi tujuan dan tuntunan kegiatan membaca ekstensif  yaitu untuk memahami isi yang penting-penting dengan cepat sehingga dengan demikiam membaca secara efesien dapat terlaksana.
6.      Membaca Permulaan
Membaca permulaan dianggap sebagai membaca tingkat dasar.Ini lebih mengutamakan kegiatan jasmani atau fisik.Kesanggupan menyuarakan lambing-lambang bahasa tulis serta menangkap makna yang berada dibalik lambang-lambang tersebut.
2.5 Membaca Pemahaman
Berikut ini beberapa definisi mengenai membaca pemahaman.
Membaca pemahaman (atau reading for understanding) yang di maksudkan di sini adalah sejenis membaca yang bertujuan untuk memahami :
1. Standar-standar atau norma-norma kesasteraan (litertary standards);
2. Resensi kritis (critical review);
3. Drama tulis (printed drama);
4. Pola-pola fiksi (patterns of  fiction) (Tarigan, 1979 :58).
Adapun tujuan kemampuan yang ingin dicapai melalui membaca pemahaman yaitu :
1.   Mengenal ide pokok suatu bacaan
2.   Mengenal detail yang penting
3.   Mengembangkan imajinasi visual 
4.   Mengenal organisasi karangan, dan membaca kritis.
selengkapnya silahkan download disini 

0 comments:

Post a Comment

Berkomentarlah dengan bahasa yang sopan dan bersifat membangun