Sunday, 5 May 2013

STRATEGI OBAMA MEMENANGKAN PEMILU AS

Dua tahun lalu, Barack Obama belum tertangkap oleh radar politik di Amerika Serikat.
Tetapi, berkat kampanye yang hebat, penuh disiplin, dana besar dan iklim politik yang menguntungkan, senator junior dari Illinois itu meraih jabatan paling berkuasa di dunia. Kampanyenya akan menjadi contoh bagi politisi yang memiliki aspirasi untuk menggantikannya. Para pakar strategi Partai Republik bahkan mengakui bahwa teknik kampanye Obama sempurna. Uang adalah kunci di sini. Obama menyadari saat pemilihan negara bagian berlangsung bahwa dia memiliki basis dana yang sangat luas, sehingga dana berjumlah besar bisa didapatkannya. Itulah sebabnya dia menolak dana pemerintah federal bagi kampanyenya dan keterbatasan keuangan yang terkait dengan dana pemerintah.
Bala bantuan
Dengan bantuan pendiri Facebook, Chris Hughes – yang merancang sistem penggalangan dana yang inovatif di internet – kampanye Obama menarik lebih dari tiga juta donor. Mereka menyumbangkan sekitar $650 juta.

Memorabilia pendukung Obama
Obama berkampanye dengan staf dan sukarelawan berjumlah besar
Obama memiliki dana untuk membiayai empat kali masa kampanye, lebih banyak dari saingannya, Senator McCain, ditambah dengan staf kampanye dan sukarelawan berjumlah besar. Mereka mengembangkan dan mempergunakan data lengkap tentang calon penyumbang dan pemilih di setiap negara bagian kunci.
Setiap orang yang mendatangi situs internet Obama diminta untuk mendaftarkan diri agar informasi mereka dapat disimpan. Setiap pengunjung ke situs Obama diminta untuk memberi sumbangan atau menjadi sukarelawan. Jika mereka setuju, mereka menerima beberapa panggilan telepon dan pesan berisi permintaan sumbangan atau bantuan lebih lanjut. Kampanye penggalangan dana semacam itu memberi bekal kuat bagi Obama dalam kontes pemilihan ini.
Iklan di televisi adalah darah segar bagi kampanye pemilihan presiden, dan Obama dengan mudah dapat menggunakan jalan ini.
Kampanye lihai
Di beberapa negara bagian yang belum menentukan pilihan pada pekan-pekan terakhir kampanye, dana yang dikeluarkan Obama melebihi McCain dengan perbandingan empat banding satu. Tim Obama kembali mempergunakan internet, lewat iklan yang ditujukan bagi mereka yang mengakses dunia maya.
Keluarga Obama
Citra Obama sebagai pria dengan keluarga bahagia disukai pemilih
Mereka bahkan membeli tempat iklan di dalam game komputer. Obama mampu mendanai kampanye di kubu-kubu Partai Republik dan memaksa McCain menggali kantong dananya yang semakin tipis, sehingga dana untuk kampanye di negara bagian yang belum menentukan pilihan berkurang jauh. Pada saat yang bersamaan, kampanye Obama lihai dalam menarik dukungan calon pendukung baru dengan meraih dukungan dari lebih dari 300.000 orang di Florida saja.
Menyadari bahwa jumlah pemilih baru yang sangat besar bisa membuat tempat-tempat pemungutan suara kewalahan pada hari pemilihan, tim kampanye Obama memprioritaskan pemberian suara dini di negara-negara bagian yang membolehkannya. Menurut data awal, tahun ini lebih banyak orang memberikan suara mereka sebelum hari pemilihan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya – lebih dari 29 juta orang di 30 negara bagian. Semua ini tentunya berhasil diraih karena pesona Barack Obama sebagai calon presiden. Dia adalah pembicara yang sangat cakap dan karismatik ala Bill Clinton.
Citranya sangat positif, sebagai pria dengan keluarga bahagia yang hanya memiliki satu rumah. Ini berbeda dengan John McCain yang bercerai dari istri pertamanya yang dengan penuh kesetiaan menantikan dia kembali dari Perang Vietnam, untuk menikahi putri orang kaya dan tidak bisa mengingat berapa rumah yang dimilikinya.
Calon anti-Bush
Obama juga mampu menjalin kedekatan dengan blok-blok pemilih yang berbeda. Dia disukai oleh para pemilih muda, didukung oleh pemilih berdarah Latin dan Yahudi yang selama ini pendukung Partai Republik, dan tentu saja dia mendapat suara kuat dari warga kulit hitam. Pesan perubahan yang terus menerus digaungkan Obama begitu memikat sehingga hampir 9 dari 10 rakyat Amerika percaya negara mereka saat ini “berada di jalan yang salah”.
Dia bisa dengan mudah menempatkan diri sebagai calon anti-Bush, satu hal yang sulit dilakukan oleh McCain. Presiden Bush memiliki angka dukungan lebih rendah dari Richard Nixon yang terlibat skandal Watergate, dan pesan gigih dari kampanye Obama adalah John McCain selama ini 90% mendukung Bush.Jajak pendapat mengisyaratkan lebih banyak rakyat mempercayai Obama akan dapat memperbaiki ekonomi dan ketika krisis keuangan melanda dia berada di posisi terbaik untuk mempergunakan kesempatan politik.
Fokus kampanyenya tentang cara membantu orang-orang yang paling menderita dalam hal keuangan dalam masa pemerintahan George Bush selama delapan tahun terdengar tepat. Ini jelas berbeda dengan rencana pemotongan pajak yang menjadi pesan ekonomi utama dalam kampanye McCain dan yang akan menguntungkan kalangan kaya.
Perbedaan kekuatan
Pada akhirnya, daya tarik politik McCain sebagai pahlawan perang dengan pengalaman puluhan tahun di bidang politik luar negeri pun tidak mampu membendung Obama.
John McCain dan istri
Pengalaman McCain pun tidak dapat mengungguli dukungan bagi Obama
Keputusan Obama untuk memilih pakar kebijakan luar negeri senior, Senator Joe Biden, sebagai calon wakil presiden membantu mempersempit jurang pengamalan itu.
Dia juga menegaskan bahwa kemampuan membuat penilaian lebih penting dan pengalaman, dan pada masa kampanye konsensus politik tampaknya bergeser untuk mendukung gagasan Obama.
Senator Obama menyerukan jadwal penarikan pasukan dari Irak, melindungi perbatasan Afghanistan dengan melancarkan serangan di dalam wilayah Pakistan jika dibutuhkan dan melakukan dialog dengan musuh-musuh Amerika.
Diam-diam dan secara perlahan pemerintahan Bush bahkan ikut menerima ide-ide tadi, sementara John McCain tampaknya semakin terkucil karena terus-menerus menolaknya. Barack Obama mengatakan dia tidak ingin “terlihat sebagai presiden lainnya yang wajahnya dicetak di lembaran uang dolar”.
Meski hal itu mengacu kepada warna kulitnya, dia memang dalam banyak hal berbeda dari para petinggi politik Amerika, dan bahwa di saat rakyat Amerika menginginkan sesuatu yang baru, perbedaan-perbedaan itu terbukti menjadi bagian dari kekuatannya.Untuk Peserta Pemilu Indonesia 2009 mungkin bisa mengikuti cara-cara OBAMA untuk sukses memenangkan pemilu Indonesia mendatang.

0 comments:

Post a Comment

Berkomentarlah dengan bahasa yang sopan dan bersifat membangun