Wednesday, 26 March 2014

Memilih untuk perubahan

SALAM PERUBAHAN
Semoga kita semua dalam lindungan Allah, Tuhan Yang Maha Esa dan selalu mendapat rahmat untuk selalu bisa mengikuti jejak perjuangan manusia yang dipilihnya yakni Nabi Besar Muhammd SAW.
Tinggal kita menghitung hari pelaksanaan pesta demokrasi yang akan kita laksanakan bangsa indonesia untuk memilih para wakil yang akan duduk di kursi amanat rakyat nanti mereka kita harapkan sebagai corong yang akan menyuarakan apa yang menjadi cita-cita kita selaku masyarakat. Oleh karenanya mari kita semua harus berpikir rasional dan menentukan sebuah pilihan jangan kita seperti kata kebanyakan orang "Jangan membeli Kucing dalam karung". 
Dalam menentukan sebuah pilihan siapa yang harus kita perjuangkan atau kita pilih harus lepas dari sebuah tendensi dan kepentingan pribadi, lebih-lebih kita selaku masyarakat jangan sampai menjadi barang yang bisa diperjual belikan oleh segelintir oknum calon yang tidak betanggung jawab.
Untuk itu kami mengajak kita semua membuktikan apa yang menjadi opini di masyarakat, apa salahnya mulai saat ini kita merubah pola pemikiran kita untuk mencapai sebuah kemajuan. Dengan ini mari kita sama-sama untuk mendukung salah satu putra desa kita sendiri bila ada yang mencalonkan diri sebagai calon anggota DPRD karena itu sebagai modal kita selaku masyarakat yang insyaallah apa bila mereka berhasil dari anggota masyarakat kita yang kita angkat itu akan menjadi omset yang sangat besar bagi kita semua.
Mari kita semua berpikir lebih cerdas, rasional, jernih demi kemajuan desa kita, terlepas dari semua kepentingan pribadi dan golongan, saya sebagai penulis mengajak semua rekan-rekan baik itu tokoh remaja, tokoh pemuda, para tokoh masyarakat, tokoh agama dan kaum intlektual yang ada di desa kita sendiri ada yang mencalonkan diri"mari kita bergandengan tangan", kita satukan suara sebagai pembuktian bahwa masyarakat desa kita pasti memiliki tokoh-tokoh sentral yang amat luar biasa. Kita lepas baju perbedaan dengan menyederhanakan pemikiran kalau bukan kita siapa lagi. KALAU BUKAN PUTRA DESA KITA SENDIRI SIAPA LAGI, APAKAH ORANG LUAR DESA PEDULU SAMA KITA? Kalau kita tidak merubah polo pikir dari sekarang kapan lagi. Sekaranglah kita buktikan desa kita mampu seperti desa-desa lain. Saatnya masyarakat dalam desa harus bangun dari hipnotis kepentingan pribadi yang ada, kita wajar mempertanyakan itu semua. "Ada apa dengan mereka. 
Jangan kita mau di iming-imingi dengan janji yang tidak pasti, Jangan kita mau dikasih uang 50-100 ribu untuk menjal harga diri kita dan masa depan kita semua dengan nominal rupiah yang bersifat sesaat. Jangan kita diibaratkan sebagai ikan di dalam kolam yang dilempari remah lalu kita grogoti, tapi dibalik itu semua sudah menyerah harga dan nyawa kita semua.
Apakah harga diri kita cukup hanya dengan nilai rupiah yang sesaat..?
Akhir kata mudah-mudahan ini sebagai dasar  pemikiran kita sebagai awal menuju kemajuan desa kita sendiri.

Wassalam
penulis menuju perubahan

0 comments:

Post a Comment

Berkomentarlah dengan bahasa yang sopan dan bersifat membangun